Senin, 02 September 2013
Sabtu, 31 Agustus 2013
I'm a Queen By : JADE
[Asti] Ku Ingin bagai mutiara
[Ussiy] You see..
[All] Indahku hanyalah milik NYA....
Terjaga di dasar samudera
Cantik sekilau mentari
Cantik sewarna pelangi
*Reff :
You see..
[Ussiy] Behind my veil i'm a queen..
I have a beauty that no body seen..
Luckily his precious i have been..
[Linda] You see..
Behind my veil i'm a queen..
I have a body that no body seen..
Luckily his precious i have been..
[Ussiy] huuu..huu..huu..
[Ussiy] huuu..huu..huu..
[Ussiy] Indahku hanyalah milikNYA
Indahku untuk cintaNYA
[Fika] Cantik sekilau mentari
Cantik sewarna pelangi
[All] Back to *Reff
[Ussiy] huuuu hiyee iyeeeee..
*Reff :
[Linda] You see..
[All] Back to *Reff
[Ussiy] huuuu hiyee iyeeeee..
[Fika] Indahku hanyalah milikNYA
[Linda] Indahku untuk cintaNYA
[Whida] Cantik sekilau mentari
[Ayu] Cantik sewarna pelangi*Reff :
[Fika] You see..
Behind my veil i'm a queen..
[Whida] I have a beauty that no body seen..
Luckily his precious i have been..[Linda] You see..
Behind my veil i'm a queen..
[Ayu + Ussiy] I have a body that no body seen..
Luckily his precious i have been..
[Whida] You see..
( [Ussiy] You seeee.. I'm a queen)
( [Ussiy] You seeee.. I'm a queen)
Behind my veil i'm a queen..
[Fika] I have a body that no beauty seen..
[Ussiy] Luckily his precious i have been..[Ussiy] You see..
[Ayu] Behind my veil i'm a queen..
[Asti] I have a body that no body seen..
[Fika] Luckily his precious i have been..[All] Indahku hanyalah milik NYA....
Minggu, 25 Agustus 2013
Lebih dekat
Panggil
saja ulfa, ulf, ul, uphe, dan apa saja yang nyaman untuk kalian. Dan tidak
perlu memanggil lengkap Fatimah Ulfah, nama cantik pemberian kedua orang tuaku
setelah dengan diskusi yang tak singkat. Anak ke dua dari empat bersaudara.
Istilah kakak ku sih edisi revisi, tidak ada istimewanya bede. Iyokah? Tapi itu
cuman candaan aja kok. Saat ini saya
sedang menjalani studi tingkat akhir (semester tujuh) “sisa nyusun skripsi aja” di kampus merah Universitas Hasanuddin,
Makassar. Kakak pertama ku, cewek. Oktober ini mau wisuda. Dua adek ku cowok
sama cewek yang lagi duduk di bangku kelas 3 SMA sama kelas 3 SMP.
Gak
nyangka sebelumnya bisa nulis sebanyak yang ada di blog Fatamorgana. Dan masih
banyak lagi tulisan lainnya yang masih tersimpan rapi di notebook 11 inci ku
yang bernama dochi. Ngomong-ngomong soal Fatamorgana, kata itu terinspirasi
dari salah seorang teman di masa lalu. Ya, teman. Dia bagaikan Fatamorgana dalam
kehidupan seorang ulfa. Kebanyakan tulisan ku terispirasi dari teman tersebut. Pengennya sih berterimakasih langsung.
Tapi, dia kan Fatamorgana. Dari jauh mungkin kelihatan, tapi semakin dekat ia
justru perlahan menghilang. Hingga sirna sepenuhnya. Karena dia palsu.
Mulai
hobi menulis sebenarnya dari SMP. Lumayanlah menghasilkan beberapa puisi dan
cerpen yang gak jelas endingnya.
Begitulah kalo mood dituruti. Gak
jadi-jadi tulisan. Suatu saat pengen punya buku yang diterbitin. Novel,
kumpulan cerpen atau pun teen romance. Minimal 1 aja deh. Dan sekarang, mood apapun
bisa jadi sumber inspirasi untuk menulis. Kasihan Fatomrgana sepi kalau saya
gak nulis. Hehe
Dan,
beberapa hobi lainnya yang baru-baru saya sadari yaitu fotografi, music, dan traveling.
Punya mimpi suatu saat bisa keliling Indonesia ala backpacker, mengabadikan setiap moment berharga dalam gambar yang
indah, dan mengarsipkannya menjadi sebuah tulisan yang semua bisa memnbacanya.
Keren gak tuh? Ini mimpi. Dan akan
terus bergentayangan dalam kehidupanku.
Dan
soal music, walaupun masih setengah-setengah, pengen banget bisa mahir gitar
atau piano. Walau pun sampai sekrang masih buta-buta. Nggak terlalu ngerti
nada. Sempat kamu yang membaca ini dan mengenalku mungkin bisa sukarela
mengajarkan bagaimana memetik senr gitar ataupun memainkan pianao dengan nada
yang menggoda telinga.
Bicara
soal keliling Indonesia, wisata alam dan budayanya lah yang menggoda. Ngayal,
suatu saat berdiri di puncak Rinjani dengan pemandangan samudra di atas
awannya, diving di Wakatobi, main air di Danau Toba, naik sepeda di jembatan Ampera,
keliling kota tua Jakarta, merasakan langsung oksigen kawah putih, mengabadikan
gambar terbaik di Prambanan dan Borobudur, menjadi saksi ngabenan, menyebrang
ke Madura lewat jembatan suramadu, naik kereta api sehari semalam dari Stasiun
Senen sampe Satsiun Malang, berdiri tepat di bawah langit katulistiwa, terapung
dengan sampan di Sungai Kapuas, jalan-jalan ke taman Nasional komodo, mancing di Raja Ampat, terbang di langit
bersama paralayang, naik kuda untuk sampai ke tangga kuningnya Bromo, berdiri
di tengah padang ilalang, berlari sejauh mungkin hingga ujung Pantai Kuta dan
masih banyak lagi mimpi yang belum membuatku terbangun. Belum lagi kulinernya.
Asli nusantara itu adalah surga yang masih perawan. Sebut aku pemimpi, yang
akan hanya menjadikannya hitam di atas putih sebelum semuanya adalah nyata.
Makassar,
26 Agustus 2013
Kamis, 22 Agustus 2013
Lirik / Lyric Lagu Michael Jackson – One Day In Your Life
One day in your life
you’ll remember a place
Someone’s touching your face
You’ll come back and you’ll look around you
you’ll remember a place
Someone’s touching your face
You’ll come back and you’ll look around you
One day in your life
You’ll remember the love you found here
You’ll remember me somehow
Though you don’t need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You’ll remember one day…
You’ll remember the love you found here
You’ll remember me somehow
Though you don’t need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You’ll remember one day…
One day in your life
When you find that you’re always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I’ll be there
When you find that you’re always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I’ll be there
(Oh-oh-oh-oh-oh…)
You’ll remember me somehow
Though you don’t need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You’ll remember one day…
Though you don’t need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You’ll remember one day…
One day in your life
When you find that you’re always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I’ll be there
When you find that you’re always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I’ll be there
Senin, 19 Agustus 2013
Pulang Kampung
Pulang
kampung itu ritual wajib buat anak rantauan. Terlebih mahasiswa. Apalagi
seperti aku dan kebanyakan teman SMA ku. Tentu, karena kami merantau kuliah
kebanyakan di tempat yang jauh. Kudu nyebrang beberapa kali. Lintas pulau lintas
samudra. Ketemu sekali dalam setahun itu rasanya kayak ketemu saudara yang
terbuang. Untungnya masa liburan kami hampir bersamaan. Satu minggu bareng di
tanah kelahiran itu sudah lebih dari cukup. Puluhan skejul udah memenuhi agenda tahunan anak rantauan.
Perubahan
fisik dan kepribadian menjadi pembahasan utama kalo lagi pulang kampung. Jangan heran, banyak yang bertambah
subur, makmur kali yah jadi anak
rantauan yang ngekost. Tapi gak jarang juga yang tambah lurus,
langsing alias kurus gitu. Tapi kebanyakan
yang kurus justru teman-teman yang kuliahnya di daerah dan gak mesti lintas
pulau buat kuliah. Rumput tetangga kayaknya emnag lebih nikmat dan begizi dan
terlahap habis anak rantauan. Yup,
berikutnya perubahan kepribadian. Lebih tepatnya sih perubahan sikap dan
perilaku. Nah, kalo yang satu ini
cowok dominan kena. Mereka yang dulunya waktu SMA hanya jadi siswa biasa, nilai
pas-pasan eksis juga tidak, keren pun belum, tapi deh pas pulang kampung dari rantau, OMG pesonanya luar biasa.
Pulang dengan pangkat ketua BEM lah, ketua himpunan, dan pangkat-pangkat
sebagai pejabat kampus lainnya. Beda sama cewek. Lebih modis, stylist, dan kalo
orang Makassar bilang “bagaya”. Tapi, itu semua bukan hambatan untuk berkumpul
dan berbagi cerita selama merantau. Lebih tepatnya sih pamer.
Oke,
ini dia yang bikin seru pulang kampung ala aku dan teman-teman. Agenda wajib
pulang kampung tiap tahun yaitu buka puasa bareng sama jalan-jalan buat
refreshing. Entahlah, kayaknya semua udah ngerasa penat habis ujian dengan masih
di PHP oleh nilai. Untung kalo gak error.buat refreshing, tempat yang
dikunjungi tiada lain, pasti pantai. Karena bakalan ngebosanin juga kami yang
bertempat tinggal di puncak kabupaten ujung timu pulau Sumbawa ini harus
refsreshing di gunung juga. Overdosis. Agenda tambahannya yaitu ngumpul-ngumpul
terus. Makan bakso baren, bakar-bakar ayam yang paling sering. Kalau ingat
saat-saat seperti itu, ngangenin dah.
Sisi
lain nikmatnya pulang kampung, karena tepat bulan Ramadhan. Kehangatan dan
keseruan berkumpul dengan keluarga besar semua pasti merasakan. Serunya itu
saat ngabuburit. Jalan-jalan sore sambil konfoi motor. Keliling-keliling sambil
melihat-lihat perubahan setelah setahun. Dinginnya udara tanah kelahiran
menjadi kesan yang tak terlupakan. Selimut, jaket, kaos kaki dan segala pakaian
hangat menjadi kebutuhan kalau lagi pulang kampung. Jangankan malam hari, tidur
siang saja kudu mesti pakai kaos kaki sama jaket minimal untuk membalut badan
dari udara dingin. Kalau malam hari? Bayangkan saja. Suhu udara sudah pasti
turun. Dan ini salah satu rahasia yang agak jadi aib juga sih. Air yang digunakan di rumah itu mata air alami, kalau udara
dingin, airnya pun juga tak kalah dingin, dan saya tak pernah sekalipun mandi
di atas jam 8 pagi kecuali hari raya Idul Fitri, mending juga bunuh diri. Dan
parahnya beberapa kali kebutuhan mandi untuk dua hari dijamak satu kali saja. Uppss..!! tapi jangan bayangkan
dinginnya puncak Batu Jawa Timur atau Kota Malang dengan dinginnya Bima. Beda.
Dinginnya Bima itu pada hembusan anginnya tanpa mempengaruhi intensitas panas
matahari. So, kalo kelamaan dibawah terik, siap-siap saja kulit gelap, kusam,
kering. Oleh karena itu, kalau pulang kampung persediaan sunblock itu perlu.
Pesona
lain pulang kampung. Ajang mempererat silaturrahmi, dengan cara temu kangen mereka yang menjalin LDR dan
peristiwa lainnya adalah cinlok dan/atau CLBK. Tiap tahunnya pasti saja ada
pasangan terbentuk. Ternyata jejaring social di era modern ini kalah memberi
kesan jika dibandingkan dengan face to
face. Tentu saja. Sebab bukan perjalanan yang santai untuk pulang kampung.
Ada beberapa teman yang harus kelelahan mengendarai sepeda motor hingga 12 jam
lamanya untuk sampai ke rumah. Teman yang lain juga harus menyebrang hingga 3
selat dan hampir 2 hari atau 3 hari menjadikan bus ber ac menjadi hunian sementara. Dan teman yang lain juga harus
rela terapung selama lebih dari 24 jam bersama besi raksasa di tengah samudra
tanpa tempat duduk, tanpa ruang untuk istirahat. Dan itulah kesan yang tak
pernah terlupakan. Hanya satu kali dalam setahun dan dengan perjalanan yang tak
biasa-biasa saja.
Waktu
berlalu. Episode kebersamaan tak terasa berlalu cepat. Tiba masa kembali ke
rantauan. Demi masa depan. Rasa mengharu biru harus meninggalkan tanah
kelahiran, keluarga tercinta dan teman serta sahabat tersayang. Dan rasa
kebersamaan, persaudaraan dan kasih
sayang itu terbukti saat banyaknya rombongan yang mengantar kepergian ke rantauan.
Untuk mereka yang diluar keluarga besar, entah mungkin ada modus lain. ^_^
kawan-kawan 2010 ^_^ (Agustus 2013)
Sabtu, 03 Agustus 2013
Mahasiswa
Yeah
mahasiswa.
Mahasiswa,
status yang diidam-idamkan remaja muda dengan seragam putih abu-abu yang tengah
dalam kegelisahan mengahadapi ujian nasional. Mahasiswa, kasta elit yang siapa
pun ingin menngecapi gelombang kesibukan di dalamnya. Mahasiswa, peran dengan
sejuta emosi yang bergelimang kepenatan, tawa, air mata bahkan peluh. Menjadi
mahasiswa adalah impian, cita-cita, jembatan, tangga menggapai langit mimpi.
Mahasiswa.
Jutaan cerita bertabur bersama setiap episode perkuliahan. Mahasiswa, saling
pamer kelebihan dan keunikan kampus masing-masing. Adu keren, katanya. Tak ada yang
memperdulikan swasta atau negeri.
Mahasiswa.
Menapaki gerbang kampus dengan status mahassiwa baru menjadi momok menakutkan
dalam sejarah berstatus mahasiswa. Kostum hitam putih dengan pernak pernik aneh.
Pita rambut warna-warni, kaos kaki siang malam, tas kantong plastik atau kardus
bekas indomie, dan berbagai kostum aneh lainnya. Yang pastinya bervariasi tiap
kampus. Cerita yang sama selalu tersebar setiap pulang kampung perdana setelah
menjalani serangkaian perhelatan sebagai mahasiswa baru. “di kampusku gini lho, blablabalablablablablabala” kampus mu gimana? Oh,
kalo kampusku beda, blablablabalablablabla..”
Mahasiswa.
Merdeka katanya saat status mahasiwa baru telah lepas dari kening mereka. Yup,
sekarang jadi senior. Saat yang paling dinanti-nanti. Kapan lagi bisa bales
tindakan senior yang sebelumnya kepada mahasiswa baru berikutnya. Tradisi yang
hampir tidak mungkin terlepas dalam sejaran penyambutan mahasiswa baru.
Yeah
mahasiswa.
Yang
disibukkan dengan kuliah, presentasi, diskusi, tutorial, lab, asistensi, bikin
paper, bolak-balik perpus, ngasi praktikum, sibuk ngajar, nenteng tas 5 kg yang
isinya laptop, buku, bekal makan siang, sebotol air mineral, alat shalat, hape,
bedak baby (cewek). Kalo cowok? (belum pernah bongkar tasnya cowok).
Mahasiswa.
Ngerasa keren kalau udah masuk organisasi. BEM, himpunan, dan berbagai
organisasi intra maupun ekstra kampus lainnya. Pamer baju PDH sebagai kostum
kebesaran organisasi dalam setiap aktifitas yang dirasakan perlu memamerkan
kemeja berkerah yang lumayan bikin gerah dengan bordiran nama lengkap serta
jabatam di organisasi yang ditempati. Yang paling keren itu, yang jadi ketua. Berwibawa,
berkarisma dan cerdas. Pejabat kampus.
Mahasiswa.
Rindu tanggal merah, suka gratisam, ngutang sana-sini kalo akhir bulang, ngejar
traktiran, plus doyan puasa. Khusus mahasiswa cewek katanya wajib punya emas yang
nempel di badannya, soalnya kalo dah sekarang dompet di akhir bulan, giliran
emasnya digadaikan. Kalo kiriman udah masuk rekening, tebus lagi saja.
Mahasiswa.
Harap-harap cemas di awal bulan. Nungguin nominal yang masuk rekening. Ritual wajib
setelah ATM gemuk, traktir teman jalan.
Mahasiswa.
Yang selalu bangga dan mengagung-agungkan warna jas almamaternya. Bukti, salah
satu profil picture nya pasti memakai almamater.
Mahasiswa.
Jadwal kuliah jam 08.00, baru ngampus jam 08.30. “dosennya juga pasti telat” satu kalimat yangs selalu menghipnotis
setiap pagi. Kalau kuliah udah berlangsung, doyan bolak balik toilet, atau
duduk di pojok belakang buat ambil kesempatan tidur gara-gara tadi malam
bergadang nonton drama korea atau nonton bola. Beberapa mahasiswa seperti itu. Tapi
tidak jarang yang datang lebih dulu dari dosen, nongkrong dulu di katin, di
perpus, atau sekedar online gratis pakai wifi kampus yang tak pernah lalot dan
tak pernah mati kecuali mati lampu pastinya.
Mahasiswa.
Punya prinsip “posisi menentukan”. Berlaku kalau lagi ujian akhir. Kenapa tidak.
IP kadang jadi nasib. Yang lagi bernasib baik semester ini kayak di arisan kan.
Kalau lagi sial, ya sabar dulu aja. Nasib baik belum berpihak. Salah satu
mahasiswa pernah berkata “kayaknya
dosenku kasih nilai sambil mejamin mata deh”.
Jadi
mahasiswa itu keren. Kuliah cuman 5 hari seminggu. Kostum bebas, rapi, sopan. Beberapa
fakultas mewajibkan mahasiswanya mengenakan rok buat yang cewek, kemeja dan
celana kain buat yang cowok. Beberapa fakultas lain justru membebaskan
mahasiswanya berkreasi dengan kostum mereka. Maka terciptalah jeans
bolong-bolong seperti digigit tikus, kaos oblong hitam yang tidak di tahu telah
berapa hari dipakai, dan sendal. Sementara pemandangan lainnya, skiny jeans
merah berpadu dengan blues hijau dengan kerudung motif bola warni-warni melilit
dikepala seperti ular gepeng plus high heels.
Mahasiswa.
Lama
bergelut dengan bangku kuliah, tiba masa KKN (kuliah kerja nyata).
Hot topic
pra pemberangkatan ke lokasi.
“Siapa supervisior mu? Siapa teman-teman
posko mu? Di mana posko mu?”
Hot topic
saat berKKN ria.
“Bagaimana rumahnya? Berapa kalian
bayar? Baik pak desa mu? Apa saja menu makanan? Berapa proker kalian? Apa PJ
mu?”
Hot topic
setelah penarikan dari lokasi KKN
“kamu cinlok sama siapa?”
Hehhhhhhhh..????????
pertanyaan macam apa ini.....????
Makassar,
3 Agustus 2013
03.23
WITA
Selasa, 23 Juli 2013
Tentang Cinta
Tentang
cinta yang tak letih. Seperti layaknya fatamorgana siang tadi. Masih akan tetap
menciptakan bayangan dalam kepalsuan fana. Menjanjikan nafas yang tak bisa
direnggut sekalipun oleh tangan tuhan. Atau setidaknya ibarat angin yang tak
mengeluh menghempas tiap helaian dedaunan menuju jejak alam yang nyata. Kisah dari
embun yang setia dalam terowongan pagi buta hingga terenggut segala rupa
perawan dalam tusukan lembut fajar. Tentang cinta yang tak letih. Kisah malam
senentiasa menyusul malu setelah mentari lelah menatap galaksi dengan milyaran
manusia bersandiwara anggun bersama revolusinya. Tentang cinta yang tak letih. Saat
hati tak lelah merindu atas segala kenangan yang belum pernah tertulis. Ketika pejaman
mata melukiskan mimpi lama dalam revisi kegalauan tak bertitik. Tentang cinta yang tak letih. Seperti pena
kebanggaan ku dan selalu menari lembut dipermukaan lembar demi lembar diary
manis di sudut kamar. Jutaan kata untukmu. Hanya untukmu. Yang hingga ku
menyatu dengan tanah, kata-kata ini adalah milikmu. Tentang cinta yang tak
letih. Seperti hujan pelengkap pedih. Menetes indah bersama butiran bening dari
sudut kerilngan mata. Tentang cinta yang tak letih. Saat langit masih biru. Saat
mega masih merah. Saat aku adalah diriku dan engkau masih menjadi dirimu.
Langganan:
Postingan (Atom)
