Sabtu, 03 Agustus 2013

Mahasiswa



Yeah mahasiswa.
Mahasiswa, status yang diidam-idamkan remaja muda dengan seragam putih abu-abu yang tengah dalam kegelisahan mengahadapi ujian nasional. Mahasiswa, kasta elit yang siapa pun ingin menngecapi gelombang kesibukan di dalamnya. Mahasiswa, peran dengan sejuta emosi yang bergelimang kepenatan, tawa, air mata bahkan peluh. Menjadi mahasiswa adalah impian, cita-cita, jembatan, tangga menggapai langit mimpi.
Mahasiswa. Jutaan cerita bertabur bersama setiap episode perkuliahan. Mahasiswa, saling pamer kelebihan dan keunikan kampus masing-masing. Adu keren, katanya. Tak ada yang memperdulikan swasta atau negeri.
Mahasiswa. Menapaki gerbang kampus dengan status mahassiwa baru menjadi momok menakutkan dalam sejarah berstatus mahasiswa. Kostum hitam putih dengan pernak pernik aneh. Pita rambut warna-warni, kaos kaki siang malam, tas kantong plastik atau kardus bekas indomie, dan berbagai kostum aneh lainnya. Yang pastinya bervariasi tiap kampus. Cerita yang sama selalu tersebar setiap pulang kampung perdana setelah menjalani serangkaian perhelatan sebagai mahasiswa baru. “di kampusku gini lho, blablabalablablablablabala” kampus mu gimana? Oh, kalo kampusku beda, blablablabalablablabla..”
Mahasiswa. Merdeka katanya saat status mahasiwa baru telah lepas dari kening mereka. Yup, sekarang jadi senior. Saat yang paling dinanti-nanti. Kapan lagi bisa bales tindakan senior yang sebelumnya kepada mahasiswa baru berikutnya. Tradisi yang hampir tidak mungkin terlepas dalam sejaran penyambutan mahasiswa baru.
Yeah mahasiswa.
Yang disibukkan dengan kuliah, presentasi, diskusi, tutorial, lab, asistensi, bikin paper, bolak-balik perpus, ngasi praktikum, sibuk ngajar, nenteng tas 5 kg yang isinya laptop, buku, bekal makan siang, sebotol air mineral, alat shalat, hape, bedak baby (cewek). Kalo cowok? (belum pernah bongkar tasnya cowok).
Mahasiswa. Ngerasa keren kalau udah masuk organisasi. BEM, himpunan, dan berbagai organisasi intra maupun ekstra kampus lainnya. Pamer baju PDH sebagai kostum kebesaran organisasi dalam setiap aktifitas yang dirasakan perlu memamerkan kemeja berkerah yang lumayan bikin gerah dengan bordiran nama lengkap serta jabatam di organisasi yang ditempati. Yang paling keren itu, yang jadi ketua. Berwibawa, berkarisma dan cerdas. Pejabat kampus.
Mahasiswa. Rindu tanggal merah, suka gratisam, ngutang sana-sini kalo akhir bulang, ngejar traktiran, plus doyan puasa. Khusus mahasiswa cewek katanya wajib punya emas yang nempel di badannya, soalnya kalo dah sekarang dompet di akhir bulan, giliran emasnya digadaikan. Kalo kiriman udah masuk rekening, tebus lagi saja.
Mahasiswa. Harap-harap cemas di awal bulan. Nungguin nominal yang masuk rekening. Ritual wajib setelah ATM gemuk, traktir teman jalan.
Mahasiswa. Yang selalu bangga dan mengagung-agungkan warna jas almamaternya. Bukti, salah satu profil picture nya pasti memakai almamater.
Mahasiswa. Jadwal kuliah jam 08.00, baru ngampus jam 08.30. “dosennya juga pasti telat” satu kalimat yangs selalu menghipnotis setiap pagi. Kalau kuliah udah berlangsung, doyan bolak balik toilet, atau duduk di pojok belakang buat ambil kesempatan tidur gara-gara tadi malam bergadang nonton drama korea atau nonton bola. Beberapa mahasiswa seperti itu. Tapi tidak jarang yang datang lebih dulu dari dosen, nongkrong dulu di katin, di perpus, atau sekedar online gratis pakai wifi kampus yang tak pernah lalot dan tak pernah mati kecuali mati lampu pastinya.
Mahasiswa. Punya prinsip “posisi menentukan”. Berlaku kalau lagi ujian akhir. Kenapa tidak. IP kadang jadi nasib. Yang lagi bernasib baik semester ini kayak di arisan kan. Kalau lagi sial, ya sabar dulu aja. Nasib baik belum berpihak. Salah satu mahasiswa pernah berkata “kayaknya dosenku kasih nilai sambil mejamin mata deh”.
Jadi mahasiswa itu keren. Kuliah cuman 5 hari seminggu. Kostum bebas, rapi, sopan. Beberapa fakultas mewajibkan mahasiswanya mengenakan rok buat yang cewek, kemeja dan celana kain buat yang cowok. Beberapa fakultas lain justru membebaskan mahasiswanya berkreasi dengan kostum mereka. Maka terciptalah jeans bolong-bolong seperti digigit tikus, kaos oblong hitam yang tidak di tahu telah berapa hari dipakai, dan sendal. Sementara pemandangan lainnya, skiny jeans merah berpadu dengan blues hijau dengan kerudung motif bola warni-warni melilit dikepala seperti ular gepeng plus high heels.
Mahasiswa.
Lama bergelut dengan bangku kuliah, tiba masa KKN (kuliah kerja nyata).
Hot topic pra pemberangkatan ke lokasi.
“Siapa supervisior mu? Siapa teman-teman posko mu? Di mana posko mu?”
Hot topic saat berKKN ria.
“Bagaimana rumahnya? Berapa kalian bayar? Baik pak desa mu? Apa saja menu makanan? Berapa proker kalian? Apa PJ mu?”
Hot topic setelah penarikan dari lokasi KKN
“kamu cinlok sama siapa?”
Hehhhhhhhh..???????? pertanyaan macam apa ini.....????

Makassar, 3 Agustus 2013
03.23 WITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar