Tuhan.
Perasaan apa ini? Kuat. Melemahkan pikiran dan emosi. Seperti cerita sebelumnya.
Lagi ku seperti ini. Tertunduk di akhir waktu. Akhir waktu itu malam, kan? Dan,
ku terpuruk bersama malam, karena malam. Gelap. Pekat.
Tuhan,
dunia semakin menjauhi ku. Dunia tak berpihak kepada ku. Apa Kau tak
mengijinkan ku menjamah dunia? Apa Engkau akan mengirim ku ke surga? Seperti
apa surga Mu? Apakah seperti yang kursakan sesaat lalu. Masa yang ku sebut zona nyaman ku. Seperti surga.
Indah,
indah dan indah. Aku seakan bebas merasakan angin. Hempasan kasarnya bahkan tak
merobohkanku, membelai dan mengajak rambutku menari bersama irama alam.
Berpijak ku pada milyaran butir pasir. Tak perduli jika pun telapak kaki ku
tenggelam. Merasakan kelopak edelweis di telapak tangan ku. Tatapan ku tak
berujung. Bahkan ku tak melihat langit. Samudra kabut yang berkejaran tak
pasti. Bau khas alam zona nyamanku
masih tersisa dalam memori penciumanku.
Tuhan,
bersyukurku untuk surgamu, zona nyaman ku.
Dan sosok manis yang kau hadirkan dalam zona
nyaman ku. Bidadari cantik yang mungil, tegar dan penuh cinta. Yang selalu
menatap dalam hingga sudut mata ku.
Bertangan sutra yang salalu membelaiku. Berhati emas yang selalu
mengalirkan kasihnya dalam nadiku. Tuhan, kabulkan pinta ku untuknya. Berikan
seluruh air matanya untuk ku. Tak akan pernah rela ku melihat ia menangis.
Kirimkan seluruh dukanya untuknya. Ia tak pantas bersedih karena apapun. Dan
semoga seperti ini selalu. Ia tetap menjadi bidadari ku.
Tuhan,
pantaskah lagi ku menikmati zona nyaman
ku? Pantaskah lagi kumerasakan angin yang dengan sebebas lalu, milyran pasir,
edlweis? Masihkah Kau ijinkan? Masihkah Kau pertemukan aku dengan bidadari ku?
Bahkan ku tak pandai bersyukur kepadamu. Bahkan ku hanya selalu mengeluh.
Bahkan ku hanya bisa meratap. Kenapa tidak? AdilMu bukan adilku. Sadarku. Ku
hanya hamba.
Tuhan,
hanya biarkan sekali lagi ku terlepas bersama zona nyaman ku. Lebih jauh. Lebih lama. Agar ku ciptakan kenangan
yang lebih indah dan sejarah yang tak pernah purba. Karena ku tau. Engkau
pemilik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar