Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2014

Yudisium dan Penyumpahan S.Kep

Yudisium Sarjana Keperawatan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Jum'at, 20 Desember 2013)


Penyumpahan Sarjana Keperawatan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Selasa, 24 Desember 2013)








Aku dan 2013


Januari
Januari di 2013 hujan turun dengan anarkis. Makassar banjir di mana-mana. Kondisi terparah selama aku merantau. Danau Unhas meluap dan berhasil membuat motorku mogok untuk pertama kalinya. Dan ada kisah pilu atau tepatnya memalukan bersama derasnya hujan. Sebagai seorang perempuan nomal, sempurna aku merasakan remuknya hati akibat putus cinta. Dan beneran, aku bahkan menghabiskan tissue satu pak gede untuk air mata yang sia-sia. Ini bukan fase denial, menolak, tawar-menawar atau pun fase depresi. Sumpah, ini fase marah. Marah pada diri sendiri. Bodoh..bodoh.. tak henti ku caci diri sendiri. Dan mulai pada saat itu aku berjanji ini adalah kebodohan pertama dan terakhir.
Hujan-hujan aku juga berhijrah kosan. Ya, pindah kost emang ribet bin rempong. Angkat dua jari, gak lagi deh pindah kosan. Kapok.
Januari adalah full libur semester ganjil. Liburan ke pulau jawa? Siapa takut. Alasan pertama, bajet pulang kampung malah lebih mahal, alasan kedua menghindar.
Januari bersama Bromo. Sumpah Tuhan, aku gak pengen balik Makassar.

Februari
Perkuliahan aktif kembali. Memaksakan diri untuk move on dari masa liburan. Februari yang special, gak susah nyari inspirasi buat nulis. Bekas air mata di januari cukup menjadi bahan corat-coret. Jadi keinget kata-katanya Asma Nadia “waktu menulis yang keren itu pada saat jatuh cinta dan patah hati”. Kayaknya emang postingan terbanyak di blog ku itu di Februari. Bangga sama diri sendiri.

Maret-mei
Nothing special. Hanya menyibukkan diri dengan kuliah, presentasi, CSL, ujian blok, OSCE. Melepaskan status sebagai pengurus harian Himpunan, lega banget rasanya. Oh iya, akhirnya diumumkan nama-nama pembimbing skripsi. Rasanya itu, deg-degan kayak abis nembak cowok dan digantung berminggu-minggu. Next, pengumuman nama-nama penguji. Pas tau dapat penguji yang kata senior perfecionist, kayak ngajak balikan mantan tapi ditolak. Lemes seluruh badan.
Persiapan KKN kemudian menyita waktu dan pikiran. Kambali merantu 8 minggu ke depan. Ribet, perbanyak bawa celana panjang, baju tidur, kaos lengan panjang dan jilbab pasang. Soalnya kita serumah sama cowok. Teman-teman baru, rumah baru, “orang tua” baru, aktifitas baru, rutinitas baru, yang gak boleh dilupain, menu makan yang  baru.

Juni & Juli
Perhelatan KKN dimlai. Seperti biasa, segala sesuatu yang baru dimulai dengan adaptasi. Move on lagi. Kerja proker, berusaha manis dan ramah pada masyarakat, piket masak dan cuci piring yang setiap hari menghantui.
Ramadhan di lokasi KKN adalah ramadhan termiris sepanjang hidup. Tak ada kolak pisang, cendol hangat, dan segala sesuatu yang bersantan. Alhasil, jika tiap ramadhan aku gemukan, ramadhan kali ini aku turun 3 kg. lumayan. Lebih miris, beberapa kali harus buka puasa dengan bakso depan kantor camat. Gak sempat masak Karena kecapean kerja proker penyuluhan. Atau pada saat ceramah shalat taraweh, cuman bisa mandangin pak ustadz yang ceramah pake bahasa daerah sampe-sampe ditegur temen karena lupa mingkem. Dan jurnal, buku harian pada saat berKKN ria, saksi kehidupan mahasiswa yang sedang melewati proses menjadi mahasiswa sejati. Bekuliah sambil bekerja dengan nyata. KKN.

Agustus
KKN berkahir. Waktunya pulang kampung. Cuman 9 hari. Lumayan menyesakkan dada. Skejul padat. Buka puasa bersama, piknik bareng atau sekedar kumpul-kumpul berbagi (lebih tepatnya “pamer”) pengalaman di rantauan bareng teman sekolah dulu. Semua itu adalah ritual wajib kalo pulang kampung. Maka nikmat apakan yang didustakan mahasiswa rantauan selain pulang kampung? :D

September
Akhir sepetember aku seminar proposal. Persiapan matang fisik dan mental. Tapi, jreng..jreng.. meski proposalku diterima, aku merasa pembantaian batin pada saat itu. Tidak perlu ku deskripsikan, biar menjadi aib pribadi. Hehe


Oktober
Nekat, sembari menunggu surat rekomndasi penelitian, aku dan temanku Ayu ber “bolang” lagi ke Pulau Jawa. Malang dan Jogja adalah planning sementara. Jalan ala backpacker lumayan lah menghemat bajet kurang lebih 50%. Puas keliling Kota Malang, waktunya jogja diserbu. Candi prambanan, candi Borobudur di Magelang, dan lokasi romantisnya jogja yaitu taman pelangi dan bukit bintang. Emang sih, tiga hari sangat..sangat singkat mengenal Jogja.

November
Jujur, November tidak begitu special meski ini bulan kelahiran ku. Ulang tahun dan perayaan bukan lah kegemaranku. Maaf, aku tidak suka pesta, meski itu perayaan kecil-kecilan. Cukup do’a, cukup.
Penelitian untuk skripsi tercinta masih berlanjut. Bolak-balik rumah sakit untuk ambil data pasien, kemudian menginputnya dengan hati-hati sampe meutar-mutar otak untuk mendapatkan kata-kata yang tepat untuk menghasilkan pembahasan yang apik agar tak banyak revisi nantinya.

Desember.
Alhamdulillah. Fatimah Ulfah S.Kep
“Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar. Rahman)
16 Desember aku sidang. Tidak seperti kondisi seminar proposal yang menyisakan luka. Kali ini sidangnya mulus. 20 Desember Yudisium S.Kep. dan 24 Desember penyumpahan S.Kep. pake TOGA. Banyak yang kira udah wisuda Karena TOGA. Akhirnya sempurna rasanya menjadi mahasiswa.

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang.
Selamat datang 2014. Tuhan ijinkan saya menikmati kembali Desember 2014 Mu. Agar aku bisa bercerita lebih banyak lagi dari ini. Tentang nikmat Mu, tentang kesyukuranku, tentang indahnya menjadi hambaMu.

Amin ya Rabbal’alamin

Makassar, 1 Januari 2014

Minggu, 22 Desember 2013

Sebut Saja Reward



Jreng..jreng..
Kamis, 5 Desember 2013
Mungkin terdengar lebay dan sebangsanya. Di tengah-tengah perayaan kecil-kecilan ulang tahun salah satu teman, ada nomor baru menelpon di nomor xl ku. Suara cowok, dan tidak mau memberitahukan identitasnya. 

Kurang lebih begini percakapan singkat kami di telepon:
“Dengan Mbak Fatimah Ulfah ya?”
“iya”
“Suka nulis cerpen ya?”
“Lumayan sih.”
“Gini mbak, saya pernah baca salah satu cerpennya mbak kalo nggak salah judulnya waktu merebut cintaku. Keren mbak cerpennya.”
“Oh iya makasih, ini dengan siapa ya?”
“Gak penting lah mbak siapa saya.”
“Orang mana?”
“Palu.”
“Oh.., dapat nomer hape saya dari mana?”
“Kan ada di info kontaknya mbak.”
“Oh, iya ya.”
“Mbak punya fanpage?”
“Gak ada, cumin blog aja.”
“Ya udah mbak, ditunggu cerpen berikutnya.”
“Iya.”
Tut..tut..tut..
                                                                                                                            
Habis itu saya cumin bias terheran sendiri. Itu cerpen postingan tahun 2012 kalo nggak salah. Campur aduk sih perasaan, seneng, heran, exicted, girang sendiri. Ternyata ada juga yang baca blog ku sampe bela-belain nelpon segala. Abis itu langsung deh ku cek kembali cerpen lama itu. Senyum-senyum sendiri juga sih akhirnya, karena emang cukup keren kata-katanya. Malahan sampe gak percaya kok bias saya menulis dengan kata-kata yang cukup indah (menurutku).

Ohya, satu lagi kutipan sms nya yang bikin saya serasa melayang:
“isi ceritanya tentang rasa cinta dalam persahabatan, ukurannya mini, diksinya kuat, menarik untuk dibaca.”

Siapa pun kamu, terima kasih atas apresiasinya. Sungguh menjadi sebuah reward yang memotivasi saya untuk terus menulis. Emm, cerpen berikutnya belum di posting karena emang masih dalam proses. Karena masih terpending. Saya masih focus di skripsi. Insya Allah secepatnya terbit.

Sabtu, 09 November 2013

sebut saja..nyaman

Keren, saat kita bisa menjadi diri sendiri seutuhnya. Menjadi diri sendiri seperti apa? Itulah pertanyaan yang mengiringi perjalanan hidup saya selama ini. Bahkan membingungkan, kapan sih sebenarnya tahap pencarian jati diri itu? Lewatmi kah? Atau belumpi? Menjadi diri sendiri adalah posisi kita di mana menemukan nyamannya kita. Lha sekarang, saya tak begitu dekat dengan nyaman itu. Nyaman yang begitu banyak dalam imajinasi, seiring waktu semakin banyak. Nyaman yang perlahan menjadi draft list mimpi yang menumpuk. Gawat, semua semakin menggalaukan.
“Simple sih sebenarnya. Cukup mencintai apa yang dikerjakan. Gitu aja. “
“Tapi memulainya susah.”
“Ya udah, tinggal mulai aja.”
“Ngomong doing sih gampang.”
“Ya gampangin aja.”
“Ampun deh.”
Maunya apa?
Pengen menghirup oksigen sepuasnya, memandang luas hingga mata lelah dan berkedip, berjalan sejauh mungkin, berlari sekencang mungkin, sesekali terasa terbawa angin, mandi hujan hingga menggigil, setelahnya lihat pelangi, lanjut mengucapkan selamat tinggal pada sunset, dan pulang istirahat, tengah malamnya bersujud pada sang pencipta. Indahnya hidup.


Senin, 16 September 2013

man saara ala darbi washala

Bertuanglah sejauh mata memandang
Mengayunlah sejauh lautan terbentang
Bergurulah sejauh alam terkembang

Biarkanlah hari terus berlari
Tetaplah menjadi manusia mulia, apa pun yang terjadi
Jangan galau dengan tiap kejadian sehari-hari
Karena tak ada yang abadi, semua akan akan datang dan pergi
Jadilah pemberani melawan rasa takutmu sendiri
Karena lapang dan tulus adalah dirimu sejati
Janganlah pandang hina musuhmu.
Karena jika ia menghinamu, itu ujian tersendiri bagimu
Tak akan abadi segala suka serta lara.
Takkan kekal segala sejahtera

Merantaulah. Gapailah setinggi-tingginya impianmu
Berpergianlah. Maka ada leima keutamaan untukmu
Melipur duka dan memulai peghidupan baru
Memperkaya budi, pergaulan yang terpuji, serta meluaskan ilmu

#Rantau1Muara

Rabu, 11 September 2013

Man Shabra Zhafira

kalimat-kalimat indah penguat jiwa. nasehat besar sang Ayah.

Bersabar dan ikhlaslah dalam setip langkah perbuatan.
Terus menruslah bernuat baik, ketika di kampung dan di rantau
Jauhilah perbuatan buruk, dan keahuilah pelakunya pasti diganjar, di perut bumi dan di atas bumi
Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi dalam waktu yang mengalir
Sungguh di dalam sabar da nada pintu sukses dan impian kan tercapai
Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu
Sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan di usia muda
Singsingkan lengan baju dan bersungguh-sungguh menggapai impian
Karena kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan
Jangan bersilat kata dengan orang yang tak mengerti apa yang kau katakan
Karena debat kusir adalah pangkal keburukan

(Ranah 3 Warna, A.Fuadi)


Minggu, 25 Agustus 2013

Lebih dekat

Panggil saja ulfa, ulf, ul, uphe, dan apa saja yang nyaman untuk kalian. Dan tidak perlu memanggil lengkap Fatimah Ulfah, nama cantik pemberian kedua orang tuaku setelah dengan diskusi yang tak singkat. Anak ke dua dari empat bersaudara. Istilah kakak ku sih edisi revisi, tidak ada istimewanya bede. Iyokah? Tapi itu cuman candaan aja kok. Saat ini saya sedang menjalani studi tingkat akhir (semester tujuh) “sisa nyusun skripsi aja” di kampus merah Universitas Hasanuddin, Makassar. Kakak pertama ku, cewek. Oktober ini mau wisuda. Dua adek ku cowok sama cewek yang lagi duduk di bangku kelas 3 SMA sama kelas 3 SMP.
Gak nyangka sebelumnya bisa nulis sebanyak yang ada di blog Fatamorgana. Dan masih banyak lagi tulisan lainnya yang masih tersimpan rapi di notebook 11 inci ku yang bernama dochi. Ngomong-ngomong soal Fatamorgana, kata itu terinspirasi dari salah seorang teman di masa lalu. Ya, teman. Dia bagaikan Fatamorgana dalam kehidupan seorang ulfa. Kebanyakan tulisan ku terispirasi dari teman tersebut. Pengennya sih berterimakasih langsung. Tapi, dia kan Fatamorgana. Dari jauh mungkin kelihatan, tapi semakin dekat ia justru perlahan menghilang. Hingga sirna sepenuhnya. Karena dia palsu.

Mulai hobi menulis sebenarnya dari SMP. Lumayanlah menghasilkan beberapa puisi dan cerpen yang gak jelas endingnya. Begitulah kalo mood dituruti. Gak jadi-jadi tulisan. Suatu saat pengen punya buku yang diterbitin. Novel, kumpulan cerpen atau pun teen romance. Minimal 1 aja deh. Dan sekarang, mood apapun bisa jadi sumber inspirasi untuk menulis. Kasihan Fatomrgana sepi kalau saya gak nulis. Hehe

Dan, beberapa hobi lainnya yang baru-baru saya sadari yaitu fotografi, music, dan traveling. Punya mimpi suatu saat bisa keliling Indonesia ala backpacker, mengabadikan setiap moment berharga dalam gambar yang indah, dan mengarsipkannya menjadi sebuah tulisan yang semua bisa memnbacanya. Keren gak tuh? Ini mimpi. Dan akan terus bergentayangan dalam kehidupanku.

Dan soal music, walaupun masih setengah-setengah, pengen banget bisa mahir gitar atau piano. Walau pun sampai sekrang masih buta-buta. Nggak terlalu ngerti nada. Sempat kamu yang membaca ini dan mengenalku mungkin bisa sukarela mengajarkan bagaimana memetik senr gitar ataupun memainkan pianao dengan nada yang menggoda telinga.

Bicara soal keliling Indonesia, wisata alam dan budayanya lah yang menggoda. Ngayal, suatu saat berdiri di puncak Rinjani dengan pemandangan samudra di atas awannya, diving di Wakatobi, main air di Danau Toba, naik sepeda di jembatan Ampera, keliling kota tua Jakarta, merasakan langsung oksigen kawah putih, mengabadikan gambar terbaik di Prambanan dan Borobudur, menjadi saksi ngabenan, menyebrang ke Madura lewat jembatan suramadu, naik kereta api sehari semalam dari Stasiun Senen sampe Satsiun Malang, berdiri tepat di bawah langit katulistiwa, terapung dengan sampan di Sungai Kapuas, jalan-jalan ke taman Nasional komodo,  mancing di Raja Ampat, terbang di langit bersama paralayang, naik kuda untuk sampai ke tangga kuningnya Bromo, berdiri di tengah padang ilalang, berlari sejauh mungkin hingga ujung Pantai Kuta dan masih banyak lagi mimpi yang belum membuatku terbangun. Belum lagi kulinernya. Asli nusantara itu adalah surga yang masih perawan. Sebut aku pemimpi, yang akan hanya menjadikannya hitam di atas putih sebelum semuanya adalah nyata.
FB: Fatimah Ulfah#Twitter: @ulfayasin#Email: ulfa.ners@yahoo.com


Makassar, 26 Agustus 2013

Sabtu, 17 November 2012

:: Belajar Menerima ::

Hidup terasa indah apabila kita bisa menerima semua keadaan dengan ikhlas.
berikut beberapa cara kita untuk mensyukuri nikmat hidup ini, antara lain dengan jalan sbb:

-Sesuaikan kemampuan kita akan sesuatu pekerjaan,atau keinginan

-Jangan pernah meniru orang kaya dibidang gaya hidup boleh meniru dibidang semangat

-Selalu melihat kedepan dan fokus akan cita2



-Lihat kebawah berapa banyak yg lebih susah dari kita

-Selalu bermimpi sesuai kemampuan

-Bergaul dgn orang2 positif dalam pemikiran dan usaha

-Berdoa

-Berani menanggung resiko dgn apa yg kita kerjakan

Mudahkan?
Berusaha untuk terus mencari sesuatu yg baru yg tentunya bermanfaat.
Intinya jangan mudah menyerah, tetap semangat, nikmati hidup.
----------