Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 Januari 2014
Aku dan 2013
Januari
Januari di 2013 hujan turun dengan
anarkis. Makassar banjir di mana-mana. Kondisi terparah selama aku merantau. Danau
Unhas meluap dan berhasil membuat motorku mogok untuk pertama kalinya. Dan ada
kisah pilu atau tepatnya memalukan bersama derasnya hujan. Sebagai seorang
perempuan nomal, sempurna aku merasakan remuknya hati akibat putus cinta. Dan beneran,
aku bahkan menghabiskan tissue satu pak gede untuk air mata yang sia-sia. Ini bukan
fase denial, menolak, tawar-menawar atau pun fase depresi. Sumpah, ini fase
marah. Marah pada diri sendiri. Bodoh..bodoh.. tak henti ku caci diri sendiri. Dan
mulai pada saat itu aku berjanji ini adalah kebodohan pertama dan terakhir.
Hujan-hujan aku juga berhijrah kosan. Ya,
pindah kost emang ribet bin rempong. Angkat dua jari, gak lagi deh pindah
kosan. Kapok.
Januari adalah full libur semester ganjil.
Liburan ke pulau jawa? Siapa takut. Alasan pertama, bajet pulang kampung malah
lebih mahal, alasan kedua menghindar.
Januari bersama Bromo. Sumpah Tuhan, aku
gak pengen balik Makassar.
Februari
Perkuliahan aktif kembali. Memaksakan diri
untuk move on dari masa liburan. Februari
yang special, gak susah nyari inspirasi buat nulis. Bekas air mata di januari
cukup menjadi bahan corat-coret. Jadi keinget kata-katanya Asma Nadia “waktu menulis yang keren itu pada saat
jatuh cinta dan patah hati”. Kayaknya emang postingan terbanyak di blog ku
itu di Februari. Bangga sama diri sendiri.
Maret-mei
Nothing
special. Hanya menyibukkan diri dengan kuliah, presentasi,
CSL, ujian blok, OSCE. Melepaskan status sebagai pengurus harian Himpunan, lega
banget rasanya. Oh iya, akhirnya diumumkan nama-nama pembimbing skripsi. Rasanya
itu, deg-degan kayak abis nembak cowok dan digantung berminggu-minggu. Next, pengumuman nama-nama penguji. Pas tau
dapat penguji yang kata senior perfecionist,
kayak ngajak balikan mantan tapi ditolak. Lemes seluruh badan.
Persiapan KKN kemudian menyita waktu dan
pikiran. Kambali merantu 8 minggu ke depan. Ribet, perbanyak bawa celana
panjang, baju tidur, kaos lengan panjang dan jilbab pasang. Soalnya kita
serumah sama cowok. Teman-teman baru, rumah baru, “orang tua” baru, aktifitas
baru, rutinitas baru, yang gak boleh dilupain, menu makan yang baru.
Juni & Juli
Perhelatan KKN dimlai. Seperti biasa,
segala sesuatu yang baru dimulai dengan adaptasi. Move on lagi. Kerja proker, berusaha manis dan ramah pada
masyarakat, piket masak dan cuci piring yang setiap hari menghantui.
Ramadhan di lokasi KKN adalah ramadhan
termiris sepanjang hidup. Tak ada kolak pisang, cendol hangat, dan segala
sesuatu yang bersantan. Alhasil, jika tiap ramadhan aku gemukan, ramadhan kali
ini aku turun 3 kg. lumayan. Lebih miris, beberapa kali harus buka puasa dengan
bakso depan kantor camat. Gak sempat masak Karena kecapean kerja proker
penyuluhan. Atau pada saat ceramah shalat taraweh, cuman bisa mandangin pak
ustadz yang ceramah pake bahasa daerah sampe-sampe ditegur temen karena lupa
mingkem. Dan jurnal, buku harian pada saat berKKN ria, saksi kehidupan
mahasiswa yang sedang melewati proses menjadi mahasiswa sejati. Bekuliah sambil
bekerja dengan nyata. KKN.
Agustus
KKN berkahir. Waktunya pulang kampung. Cuman
9 hari. Lumayan menyesakkan dada. Skejul padat. Buka puasa bersama, piknik
bareng atau sekedar kumpul-kumpul berbagi (lebih tepatnya “pamer”) pengalaman
di rantauan bareng teman sekolah dulu. Semua itu adalah ritual wajib kalo
pulang kampung. Maka nikmat apakan yang didustakan mahasiswa rantauan selain
pulang kampung? :D
September
Akhir sepetember aku seminar proposal. Persiapan
matang fisik dan mental. Tapi, jreng..jreng.. meski proposalku diterima, aku
merasa pembantaian batin pada saat itu. Tidak perlu ku deskripsikan, biar
menjadi aib pribadi. Hehe
Oktober
Nekat, sembari menunggu surat rekomndasi
penelitian, aku dan temanku Ayu ber “bolang” lagi ke Pulau Jawa. Malang dan Jogja
adalah planning sementara. Jalan ala backpacker
lumayan lah menghemat bajet kurang lebih 50%. Puas keliling Kota Malang,
waktunya jogja diserbu. Candi prambanan, candi Borobudur di Magelang, dan
lokasi romantisnya jogja yaitu taman pelangi dan bukit bintang. Emang sih, tiga
hari sangat..sangat singkat mengenal Jogja.
November
Jujur, November tidak begitu special meski
ini bulan kelahiran ku. Ulang tahun dan perayaan bukan lah kegemaranku. Maaf,
aku tidak suka pesta, meski itu perayaan kecil-kecilan. Cukup do’a, cukup.
Penelitian untuk skripsi tercinta masih
berlanjut. Bolak-balik rumah sakit untuk ambil data pasien, kemudian
menginputnya dengan hati-hati sampe meutar-mutar otak untuk mendapatkan
kata-kata yang tepat untuk menghasilkan pembahasan yang apik agar tak banyak
revisi nantinya.
Desember.
Alhamdulillah. Fatimah Ulfah S.Kep
“Maka,
nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar. Rahman)
16 Desember aku sidang. Tidak seperti
kondisi seminar proposal yang menyisakan luka. Kali ini sidangnya mulus. 20
Desember Yudisium S.Kep. dan 24 Desember penyumpahan S.Kep. pake TOGA. Banyak yang
kira udah wisuda Karena TOGA. Akhirnya sempurna rasanya menjadi mahasiswa.
Dengan
Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang.
Selamat datang 2014. Tuhan ijinkan saya
menikmati kembali Desember 2014 Mu. Agar aku bisa bercerita lebih banyak lagi
dari ini. Tentang nikmat Mu, tentang kesyukuranku, tentang indahnya menjadi
hambaMu.
Amin
ya Rabbal’alamin
Makassar, 1
Januari 2014
Label:
Cewek,
Fatamorgana,
in memorian,
Kata Hati,
kisah,
Mahasiswa,
Motivasi,
Rindu,
Sang Malam,
Saya,
Si dia,
Sweet,
Traveleza,
Zona Nyaman
Minggu, 22 Desember 2013
Sebut Saja Reward
Jreng..jreng..
Kamis,
5 Desember 2013
Mungkin
terdengar lebay dan sebangsanya. Di tengah-tengah perayaan kecil-kecilan ulang
tahun salah satu teman, ada nomor baru menelpon di nomor xl ku. Suara cowok,
dan tidak mau memberitahukan identitasnya.
Kurang lebih begini percakapan
singkat kami di telepon:
“Dengan
Mbak Fatimah Ulfah ya?”
“iya”
“Suka
nulis cerpen ya?”
“Lumayan
sih.”
“Gini
mbak, saya pernah baca salah satu cerpennya mbak kalo nggak salah judulnya
waktu merebut cintaku. Keren mbak cerpennya.”
“Oh
iya makasih, ini dengan siapa ya?”
“Gak
penting lah mbak siapa saya.”
“Orang
mana?”
“Palu.”
“Oh..,
dapat nomer hape saya dari mana?”
“Kan
ada di info kontaknya mbak.”
“Oh,
iya ya.”
“Mbak
punya fanpage?”
“Gak
ada, cumin blog aja.”
“Ya
udah mbak, ditunggu cerpen berikutnya.”
“Iya.”
Tut..tut..tut..
Habis
itu saya cumin bias terheran sendiri. Itu cerpen postingan tahun 2012 kalo
nggak salah. Campur aduk sih perasaan, seneng, heran, exicted, girang sendiri. Ternyata
ada juga yang baca blog ku sampe bela-belain nelpon segala. Abis itu langsung
deh ku cek kembali cerpen lama itu. Senyum-senyum sendiri juga sih akhirnya,
karena emang cukup keren kata-katanya. Malahan sampe gak percaya kok bias saya
menulis dengan kata-kata yang cukup indah (menurutku).
Ohya,
satu lagi kutipan sms nya yang bikin saya serasa melayang:
“isi ceritanya tentang rasa cinta dalam persahabatan, ukurannya mini, diksinya kuat, menarik untuk dibaca.”
“isi ceritanya tentang rasa cinta dalam persahabatan, ukurannya mini, diksinya kuat, menarik untuk dibaca.”
Siapa
pun kamu, terima kasih atas apresiasinya. Sungguh menjadi sebuah reward yang
memotivasi saya untuk terus menulis. Emm, cerpen berikutnya belum di posting
karena emang masih dalam proses. Karena masih terpending. Saya masih focus di
skripsi. Insya Allah secepatnya terbit.
Label:
Bidadari,
Cewek,
Fatamorgana,
Mahasiswa,
Motivasi,
Saya,
Zona Nyaman
Sabtu, 09 November 2013
sebut saja..nyaman
Keren,
saat kita bisa menjadi diri sendiri seutuhnya. Menjadi diri sendiri seperti
apa? Itulah pertanyaan yang mengiringi perjalanan hidup saya selama ini. Bahkan
membingungkan, kapan sih sebenarnya
tahap pencarian jati diri itu? Lewatmi
kah? Atau belumpi? Menjadi diri
sendiri adalah posisi kita di mana menemukan nyamannya kita. Lha sekarang, saya tak begitu dekat
dengan nyaman itu. Nyaman yang begitu banyak dalam imajinasi, seiring waktu
semakin banyak. Nyaman yang perlahan menjadi draft list mimpi yang menumpuk. Gawat, semua semakin menggalaukan.
“Simple sih
sebenarnya. Cukup mencintai apa yang dikerjakan. Gitu aja. “
“Tapi
memulainya susah.”
“Ya
udah, tinggal mulai aja.”
“Ngomong
doing sih gampang.”
“Ya
gampangin aja.”
“Ampun
deh.”
Maunya
apa?
Pengen
menghirup oksigen sepuasnya, memandang luas hingga mata lelah dan berkedip,
berjalan sejauh mungkin, berlari sekencang mungkin, sesekali terasa terbawa
angin, mandi hujan hingga menggigil, setelahnya lihat pelangi, lanjut
mengucapkan selamat tinggal pada sunset,
dan pulang istirahat, tengah malamnya bersujud pada sang pencipta. Indahnya
hidup.
Senin, 04 November 2013
Minggu, 03 November 2013
Senin, 16 September 2013
man saara ala darbi washala
Bertuanglah
sejauh mata memandang
Mengayunlah
sejauh lautan terbentang
Bergurulah
sejauh alam terkembang
Biarkanlah
hari terus berlari
Tetaplah
menjadi manusia mulia, apa pun yang terjadi
Jangan
galau dengan tiap kejadian sehari-hari
Karena
tak ada yang abadi, semua akan akan datang dan pergi
Jadilah
pemberani melawan rasa takutmu sendiri
Karena
lapang dan tulus adalah dirimu sejati
Janganlah
pandang hina musuhmu.
Karena
jika ia menghinamu, itu ujian tersendiri bagimu
Tak
akan abadi segala suka serta lara.
Takkan
kekal segala sejahtera
Merantaulah.
Gapailah setinggi-tingginya impianmu
Berpergianlah.
Maka ada leima keutamaan untukmu
Melipur
duka dan memulai peghidupan baru
Memperkaya
budi, pergaulan yang terpuji, serta meluaskan ilmu
#Rantau1Muara
Rabu, 11 September 2013
Man Shabra Zhafira
kalimat-kalimat indah penguat jiwa. nasehat besar sang Ayah.
Bersabar dan ikhlaslah dalam setip
langkah perbuatan.
Terus menruslah bernuat baik,
ketika di kampung dan di rantau
Jauhilah perbuatan buruk, dan
keahuilah pelakunya pasti diganjar, di perut bumi dan di atas bumi
Bersabarlah menyongsong musibah
yang terjadi dalam waktu yang mengalir
Sungguh di dalam sabar da nada
pintu sukses dan impian kan tercapai
Jangan cari kemuliaan di kampung
kelahiranmu
Sungguh kemuliaan itu ada dalam
perantauan di usia muda
Singsingkan lengan baju dan
bersungguh-sungguh menggapai impian
Karena kemuliaan tak akan bisa
diraih dengan kemalasan
Jangan bersilat kata dengan orang
yang tak mengerti apa yang kau katakan
Karena debat kusir adalah pangkal
keburukan
(Ranah 3 Warna, A.Fuadi)
Minggu, 25 Agustus 2013
Lebih dekat
Panggil
saja ulfa, ulf, ul, uphe, dan apa saja yang nyaman untuk kalian. Dan tidak
perlu memanggil lengkap Fatimah Ulfah, nama cantik pemberian kedua orang tuaku
setelah dengan diskusi yang tak singkat. Anak ke dua dari empat bersaudara.
Istilah kakak ku sih edisi revisi, tidak ada istimewanya bede. Iyokah? Tapi itu
cuman candaan aja kok. Saat ini saya
sedang menjalani studi tingkat akhir (semester tujuh) “sisa nyusun skripsi aja” di kampus merah Universitas Hasanuddin,
Makassar. Kakak pertama ku, cewek. Oktober ini mau wisuda. Dua adek ku cowok
sama cewek yang lagi duduk di bangku kelas 3 SMA sama kelas 3 SMP.
Gak
nyangka sebelumnya bisa nulis sebanyak yang ada di blog Fatamorgana. Dan masih
banyak lagi tulisan lainnya yang masih tersimpan rapi di notebook 11 inci ku
yang bernama dochi. Ngomong-ngomong soal Fatamorgana, kata itu terinspirasi
dari salah seorang teman di masa lalu. Ya, teman. Dia bagaikan Fatamorgana dalam
kehidupan seorang ulfa. Kebanyakan tulisan ku terispirasi dari teman tersebut. Pengennya sih berterimakasih langsung.
Tapi, dia kan Fatamorgana. Dari jauh mungkin kelihatan, tapi semakin dekat ia
justru perlahan menghilang. Hingga sirna sepenuhnya. Karena dia palsu.
Mulai
hobi menulis sebenarnya dari SMP. Lumayanlah menghasilkan beberapa puisi dan
cerpen yang gak jelas endingnya.
Begitulah kalo mood dituruti. Gak
jadi-jadi tulisan. Suatu saat pengen punya buku yang diterbitin. Novel,
kumpulan cerpen atau pun teen romance. Minimal 1 aja deh. Dan sekarang, mood apapun
bisa jadi sumber inspirasi untuk menulis. Kasihan Fatomrgana sepi kalau saya
gak nulis. Hehe
Dan,
beberapa hobi lainnya yang baru-baru saya sadari yaitu fotografi, music, dan traveling.
Punya mimpi suatu saat bisa keliling Indonesia ala backpacker, mengabadikan setiap moment berharga dalam gambar yang
indah, dan mengarsipkannya menjadi sebuah tulisan yang semua bisa memnbacanya.
Keren gak tuh? Ini mimpi. Dan akan
terus bergentayangan dalam kehidupanku.
Dan
soal music, walaupun masih setengah-setengah, pengen banget bisa mahir gitar
atau piano. Walau pun sampai sekrang masih buta-buta. Nggak terlalu ngerti
nada. Sempat kamu yang membaca ini dan mengenalku mungkin bisa sukarela
mengajarkan bagaimana memetik senr gitar ataupun memainkan pianao dengan nada
yang menggoda telinga.
Bicara
soal keliling Indonesia, wisata alam dan budayanya lah yang menggoda. Ngayal,
suatu saat berdiri di puncak Rinjani dengan pemandangan samudra di atas
awannya, diving di Wakatobi, main air di Danau Toba, naik sepeda di jembatan Ampera,
keliling kota tua Jakarta, merasakan langsung oksigen kawah putih, mengabadikan
gambar terbaik di Prambanan dan Borobudur, menjadi saksi ngabenan, menyebrang
ke Madura lewat jembatan suramadu, naik kereta api sehari semalam dari Stasiun
Senen sampe Satsiun Malang, berdiri tepat di bawah langit katulistiwa, terapung
dengan sampan di Sungai Kapuas, jalan-jalan ke taman Nasional komodo, mancing di Raja Ampat, terbang di langit
bersama paralayang, naik kuda untuk sampai ke tangga kuningnya Bromo, berdiri
di tengah padang ilalang, berlari sejauh mungkin hingga ujung Pantai Kuta dan
masih banyak lagi mimpi yang belum membuatku terbangun. Belum lagi kulinernya.
Asli nusantara itu adalah surga yang masih perawan. Sebut aku pemimpi, yang
akan hanya menjadikannya hitam di atas putih sebelum semuanya adalah nyata.
Makassar,
26 Agustus 2013
Sabtu, 17 November 2012
:: Belajar Menerima ::
Hidup terasa indah apabila kita bisa menerima semua keadaan dengan ikhlas.berikut beberapa cara kita untuk mensyukuri nikmat hidup ini, antara lain dengan jalan sbb:
-Sesuaikan kemampuan kita akan sesuatu pekerjaan,atau keinginan
-Jangan pernah meniru orang kaya dibidang gaya hidup boleh meniru dibidang semangat
-Selalu melihat kedepan dan fokus akan cita2
-Lihat kebawah berapa banyak yg lebih susah dari kita
-Selalu bermimpi sesuai kemampuan
-Bergaul dgn orang2 positif dalam pemikiran dan usaha
-Berdoa
-Berani menanggung resiko dgn apa yg kita kerjakan
Mudahkan?
Berusaha untuk terus mencari sesuatu yg baru yg tentunya bermanfaat.
Intinya jangan mudah menyerah, tetap semangat, nikmati hidup.
----------
Langganan:
Postingan (Atom)




















