Aku tau betapa kamu sangat tergila-gila pada warna
emas laut di senja hari.
Atau pada saat ombak memamerkan keganasannya di
bawah anggunnya langit biru, bersama riuh angin bahkan di sela dinginnya hujan.
Aku juga tau betapa kamu menyukai tanah dan segenap
lekukannya, pesona tebimg yang perkasa atau sekedar berdiri di puncak bukit
untuk menyentuh langit.
Aku juga tau kamu terpesona pada riak sungai. Menjatuhkan
dau kering kemudian melihatnya menghilang terbawa arus yang damai.
Aku juga tau kamu sering menghadapkan kepala mu ke
atas saat terik menyengat. Beradu tatap dengan terangnya mentari tengah hari. Dengan
mata tinggal segaris kamu mencuri pandang pada awan yang menari. Menanti hujan
untuk bersembunyi di balik rinainya.
Aku berharap aku tau suatu saat kamu akan
menceritakan semua itu kepadaku, tidak melalui angin. Tapi, saat kita berdiri
bersama di atas jutaan butir pasir pantai, tempat terindahmu.
Dan kemudian aku yang paling tau betapa kamu adalah
palsu, tidak pernah ada.
kenapa harus palsu..?
BalasHapusya karena gak asli,
BalasHapusemang udah terlahir begitu :'(
namanya fatamorgana,,,
BalasHapusbener dwi :)
BalasHapus