Sabtu, 04 Januari 2014

Fatamorgana

Aku tau betapa kamu sangat tergila-gila pada warna emas laut di senja hari.
Atau pada saat ombak memamerkan keganasannya di bawah anggunnya langit biru, bersama riuh angin bahkan di sela dinginnya hujan.
Aku juga tau betapa kamu menyukai tanah dan segenap lekukannya, pesona tebimg yang perkasa atau sekedar berdiri di puncak bukit untuk menyentuh langit.
Aku juga tau kamu terpesona pada riak sungai. Menjatuhkan dau kering kemudian melihatnya menghilang terbawa arus yang damai.
Aku juga tau kamu sering menghadapkan kepala mu ke atas saat terik menyengat. Beradu tatap dengan terangnya mentari tengah hari. Dengan mata tinggal segaris kamu mencuri pandang pada awan yang menari. Menanti hujan untuk bersembunyi di balik rinainya.
Aku berharap aku tau suatu saat kamu akan menceritakan semua itu kepadaku, tidak melalui angin. Tapi, saat kita berdiri bersama di atas jutaan butir pasir pantai, tempat terindahmu.
Dan kemudian aku yang paling tau betapa kamu adalah palsu, tidak pernah ada.

4 komentar: