Senin, 13 Januari 2014

Love Letter

Dear saudara serusukku
            Apa kabar di jeda waktu ini? Tidak kah disitu membosankan? Apakah engaku sedang menuggu? Sendiri? Hanya sendiri? Bagaimana malam mu, penuh bintang? Maaf, sepertinya  aku lebih cerewet dari sebelumnya. Maaf juga, tak ada kata-kata puitis untukmu hari ini. Hanya deretan kata-kata polos dari seorang perempuan yang sedang bosan juga, sama seperti mu. Bosan menghitung bintang, bosan menanti pelangi, dan dan bosan berandai.
            Mengapa kau tak pernah ingin berkenalan dengan ku? Sudahkah kau mengenalku? Taukah engkau warna kesukaan ku? Makanan kesukaan ku? Hal yang ku benci? Atau sekedar tau, kenal kah aku dengan mu? Ah, sudahlah. Lupakan.
            Aku akan berkabar. Di atas tanah pijakan ku sedang basah oleh sisa hujan. Baunya khasnya membawaku kembali pada masa 8 tahun ku dulu. Kemudian aku beratap langit malam dengan jutaan bintang. Bahkan aku bisa menghubungkan titik-titik terang dengan telunjukku membentuk Andromeda dan scorpius. Ohya, aku menutup sebelah mataku agar bisa fokus berimajinasi menciptakan garis di udara.
            Apa engkau juga akan berkabar? Bagaimana tanah pijakkan mu? Basah? Apa kau bisa melihat Andromeda dan scorpius di situ? Tidak kah langit malam disitu cerah?
            Sekali lagi aku berkabar. Aku pernah bermimpi tentang mu. Mimpi indah. Menatap nanar langkah gontai mu bergandengan dengan bayangan hitam berpayung terik. Langkah mu semakin cepat, jauh dan bayangan hitam itu perlahan hilang. Leherku terasa tercekik, dengan mata tanpa satu kedipan pun aku berusaha bersuara memanggil sosok tak bernama. Engkau. Engkau yang masih berdiri membelakangi ku di sana. Jauh.
            Sekali lagi, apa kah engkau akan berkabar? Saat tidur mu yang pulas, tentang mimpi mu?
Dear saudara serusukku,

            Ku kirim surat ini untukmu di salah satu sudut bumi Tuhan yang maha luas ini. Terimakasih telah menyentuh surat ku, membacanya hingga kata terakhir. Dan terimakasih untuk menjawab semua pertanyaan ku dengan kata-kata yang bisa ku baca di sini sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar