Hanya
biarkan semua memudar. Seperti seharusnya. Sirna untuk sepatutnya Mengalir lebih jauh. Lepas semakin tinggi. Seperti
siang kepada malam atau sebaliknya. Tunduk. Patuh. Dari awan untuk angin. Atau
debu kepada gerimis kemarau. Sirna sekejap. Lebih saat embun tertusuk fajar.
Telah ku ikhlaskan separuh ku untuk mu. Bawalah pergi hingga ke sudut alam.
Hingga lenyap bersama dunia yang terlupa. Cukuplah lewat, semesta ceritakan pesan
cintaku untuk fatamorgana. Berkatnya dunia ku tak pernah berujung. Tatapan ku
bahkan tak memiliki batas. Dan dimensi tetap mngijinkan ku untuk merindu.
Merindu kepada yang tak bernama. Hanya titip salam ku melalui senja, kepada
malam. Tak ada alibi untuk melukis kisah bersama. Meski lelah, biarkan tanya mendekap di memori. Kenapa bukan
kita. Karena aku tunggal, kau, dan dia pun demikian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar