Ada
someone else yang berkeliaran di zona nyaman ku. Nyasarkah dia? Atau tak
sengaja aku mengundangnya? Dia berhasil menembus dinding beton zona nyamanku
dengan tenang. Dia bahkan bukan orang baru. Meski tak begitu dalam ku memahami
jiwanya. Dia kini santai menyusuri jalan setapak yang tak berfatamorgana. Ke mana
ia akan menuju. Seberapa paham ia dengan dimensi zona nyamanku?
Someone
else. Dia bukan orang baru. Bermigrasi ke zona nyamanku. Dari mana asalnya aku
pun tak pasti. Someone else yang tak ku duga akan memikat. Karena tatapannya
yang sejuk. Karena sentuhannya yang hangat. Karena pekertinya yang mulia.
Like
BalasHapus