Surya
merendah. Mega pun semakin sombong menampak. Segerombolan makhluk bersayap riuh
melintasi langit sore seakan membawa pesan alam, malam akan tiba. Mereka benar,
malam memang akan segera hadir. Entah kenapa kali ini ku tak mengharapkan
kehadirannya. Tidak seperti sebelumnya saat ku begitu tulus memuja malam.
Surya
hilang. Tertelan masa yang berpihak pada malam. Mega pun sirna, ia puas jika
pun sesaat bersama senja dan sejenak membelai gelap. Bermula purnama memamerkan
sinar emasnya yang menurutku hanya indah jika selalu jauh. Si kecil pemalu
muncul setelah mengintip di balik awan malam. Semakin banyak hingga bak lautan
berlian yang terapung.
Malam
ku kembali. Meski dengan aroma yang berbeda.
Aku
tetap tertunduk dan tak terpesona sekalipun untuk malam. Tidak meski purnamanya
lebih indah. Tidak sekalipun jika bintang lebih manis padaku. Bagiku malam
tetaplah gelap, pekat. Bahkan aku tak bisa menatap bayangku sendiri.
Jika
pun pernah ku melebur bersama malam, itu dulu. Jika pun pernah ku mendekap
malam, itu cerita lama. Dan jika pun ku pernah bermimpi bersama malam, terlelap
abadi untuk malam, semuanya adalah kisah masa lalu. Sejarah yang tak layak
terkenang.
Malam
akan tetap ada. Dia akan tetap menyapa sepeninggal surya. Dia akan tetap
mengisi perputaran dimensi alam. Tidak bersama ku. Bukan untukku. Dan jika pun
malam tiba, ku akan segera terlelap dan merahasiakan mimpi untuk hari esok ku
yang cerah.
heheh,, yang ini maksudnya sama itu..?
BalasHapusAaiissshhh, baru ku baca..
:-(
gak sama juga..
BalasHapuscmn terinspirasi pada hal yg sama..
aneh toh..!!
Ditunggu sedikit kata2 bermaknanya buat dipost kan di KM.LENGGE WAWO...mengenai apa apa sajalah,lbih khusus mengenai daerah qta.. :-)..
BalasHapus