Kisah hari ini adalah
kamu. Kisah ini sebuah dongeng. Dongeng saat mentari masih betah membakar
atmosfir. Dongeng yang akan brakhir bersama mentari yang lelah berpijar, hingga
jingga senja membelai ku, kamu, kita dan ilalang dibalik bukit.
Berawal saat ufuk barat
bersinar emas yang tampak masih malu. Dan embun malam masih asyik menari di
atas dedaunan hijau. Sebelum bayangan tercipta, kau mengajak ku menuliskan
cerita. Cerita yang akan menjadi sejarah yang tak purba oleh waktu, sejarah
yang akan di kenang seluruh mahluk pemilik cinta.
Sang mentari akhirnya
menampakkan diri. Kini sepenggalah melayang di langit biru. Ditemani beberapa
gumpal awan putih yang goyah. Cerita mu telah dimulai. Bersama nama ku di
beberapa goresan tinta mu. Aku tak begitu tertarik dengan goresan pena mu, aku
ingin menciptakan tulisan sendiri, tanpa ada nama mu. Kau tahu itu.
Penguasa siang mencapai
titik kekuaaannya. Teriknya membakar. Jangan tanyakan tentang embun pagi. Ia
telah lenyap tertusuk fajar sebelumnya. Kau masih setia menulis kisah kita. Dan
aku mulai tertarik melengkapi cerita mu dengan pena ku sendiri, pemberian mu.
Berhelai-helai kertas terisi tulisan tentang kita. Terbang bersama menggapai
langit biru. Menatap samudra di atas awan. Dan berdiri pada tanah yang belum pernah
dipijak, tempat kita di masa depan.
Ufuk timur mulai
memanggil matahari. Menciptakan mega yang begitu anggun. Bayangan emas berayun
di permukaan danau di depan kita bersandar menulis kisah. Kau mulai terlihat
lelah menulis, bahkan tinta pena mu kini tak bersisa. Tak akan ada lagi kisah
yang akan kau urai. Sementara aku masih ingin menggores pena di atas helaian
kertas mu.
“Sudah mulai gelap. Aku tak bisa melihat untuk menulis lagi”
Keliru. Aku hanya
bertanya tentang ikhlas mu, tentang seyum mu. Aku lupa bertanya tentang jenuh
mu.
Dan kau lenyap bersama
malam. Beranjak tanpa kata perpisahan. Mendekap kuat lembaran kisah di dada mu.
Dan membawanya bersama langkah gontai mu. Rapi kau tutup lembaran-lembaran
kisah masa lalu dan masa depan kau dan aku. Kisah yang belum berakhir.
Ku hanya sesaat
memandang mu dari jauh. Tanpamu aku masih bisa bercerita. Pena masih di tangan
ku. Dalam gelap melukis sejarah lain tanpa satu pun nama mu di dalamnya.
Sejarah yang harus semua mahluk tahu. Bahwa aku pernah bercerita sendiri.
Dan dongeng hari ini
pun selesai. Membawaku terlelap dengan cerita baru yang masih akan terus
tergelar dengan atau tanpa kamu dan lembaran dongeng sebelumnya.
^^
BalasHapus