Selasa, 19 Maret 2013

Kisah



Kisah hari ini adalah kamu. Kisah ini sebuah dongeng. Dongeng saat mentari masih betah membakar atmosfir. Dongeng yang akan brakhir bersama mentari yang lelah berpijar, hingga jingga senja membelai ku, kamu, kita dan ilalang dibalik bukit.
Berawal saat ufuk barat bersinar emas yang tampak masih malu. Dan embun malam masih asyik menari di atas dedaunan hijau. Sebelum bayangan tercipta, kau mengajak ku menuliskan cerita. Cerita yang akan menjadi sejarah yang tak purba oleh waktu, sejarah yang akan di kenang seluruh mahluk pemilik cinta.
Sang mentari akhirnya menampakkan diri. Kini sepenggalah melayang di langit biru. Ditemani beberapa gumpal awan putih yang goyah. Cerita mu telah dimulai. Bersama nama ku di beberapa goresan tinta mu. Aku tak begitu tertarik dengan goresan pena mu, aku ingin menciptakan tulisan sendiri, tanpa ada nama mu. Kau tahu itu.
Penguasa siang mencapai titik kekuaaannya. Teriknya membakar. Jangan tanyakan tentang embun pagi. Ia telah lenyap tertusuk fajar sebelumnya. Kau masih setia menulis kisah kita. Dan aku mulai tertarik melengkapi cerita mu dengan pena ku sendiri, pemberian mu. Berhelai-helai kertas terisi tulisan tentang kita. Terbang bersama menggapai langit biru. Menatap samudra di atas awan. Dan berdiri pada tanah yang belum pernah dipijak, tempat kita di masa depan.
Ufuk timur mulai memanggil matahari. Menciptakan mega yang begitu anggun. Bayangan emas berayun di permukaan danau di depan kita bersandar menulis kisah. Kau mulai terlihat lelah menulis, bahkan tinta pena mu kini tak bersisa. Tak akan ada lagi kisah yang akan kau urai. Sementara aku masih ingin menggores pena di atas helaian kertas mu.
Sudah mulai gelap. Aku tak bisa melihat untuk menulis lagi”
Keliru. Aku hanya bertanya tentang ikhlas mu, tentang seyum mu. Aku lupa bertanya tentang jenuh mu.
Dan kau lenyap bersama malam. Beranjak tanpa kata perpisahan. Mendekap kuat lembaran kisah di dada mu. Dan membawanya bersama langkah gontai mu. Rapi kau tutup lembaran-lembaran kisah masa lalu dan masa depan kau dan aku. Kisah yang belum berakhir.
Ku hanya sesaat memandang mu dari jauh. Tanpamu aku masih bisa bercerita. Pena masih di tangan ku. Dalam gelap melukis sejarah lain tanpa satu pun nama mu di dalamnya. Sejarah yang harus semua mahluk tahu. Bahwa aku pernah bercerita sendiri.
Dan dongeng hari ini pun selesai. Membawaku terlelap dengan cerita baru yang masih akan terus tergelar dengan atau tanpa kamu dan lembaran dongeng sebelumnya.

1 komentar: