Apa kabar sang
malam? Masih tersisa gemerlap tahun baru mu? Gemuruh letusan malam
itu jelas ku ingat. Hujan bunga api sepintas masih terbayang. Riuh. dunia berpihak paa mu. dunia bersama mu.
Dunia menyambut januari bersamamu, sang malam. Aku terlupakan oleh
mu, terabaikan. Aku hilang di Desember lalu. Kisah ku mati. Karena
kau berpaling. Bagaimana caranya aku mengembalikan mu ke Desember
kemarin? Ke Desember manis ku? Kau pergi bersama waktu. Januari tak
pernah manis kepada ku. Januari tak pernah menyambut ku. Kaku ku
tapaki Januari, karena mustahil ku abadi di Desember ku.
Apa kabar sang
malam? Bagaimana Januari mu? Indah? Ku dengar dari bumi, ia tak kuasa
membendung tangisan
dari langit malam. Angin pun berbisik, ia hilang arah di dimensi
Januari. Kau bahkan santai. Lihat, kau tak berbintang. Bulan pun
muram dalam dekapanmu. Wahai sang malam, kau yakin berpihak pada
Januari?
Berbaliklah,
lihat Desember mu? Ia menangis melepasmu. Ia kalah oleh waktu. Waktu
merebut sang malam di Desember ku. Desember tinggal kenangan.
Desember menjadi cerita masa lalu. Desember adalah dongeng.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar