Senin, 21 Januari 2013

Sang Malam (1)

Apa kabar sang malam? Masih tersisa gemerlap tahun baru mu? Gemuruh letusan malam itu jelas ku ingat. Hujan bunga api sepintas masih terbayang. Riuh. dunia berpihak paa mu. dunia bersama mu. Dunia menyambut januari bersamamu, sang malam. Aku terlupakan oleh mu, terabaikan. Aku hilang di Desember lalu. Kisah ku mati. Karena kau berpaling. Bagaimana caranya aku mengembalikan mu ke Desember kemarin? Ke Desember manis ku? Kau pergi bersama waktu. Januari tak pernah manis kepada ku. Januari tak pernah menyambut ku. Kaku ku tapaki Januari, karena mustahil ku abadi di Desember ku.
Apa kabar sang malam? Bagaimana Januari mu? Indah? Ku dengar dari bumi, ia tak kuasa membendung tangisan dari langit malam. Angin pun berbisik, ia hilang arah di dimensi Januari. Kau bahkan santai. Lihat, kau tak berbintang. Bulan pun muram dalam dekapanmu. Wahai sang malam, kau yakin berpihak pada Januari?
Berbaliklah, lihat Desember mu? Ia menangis melepasmu. Ia kalah oleh waktu. Waktu merebut sang malam di Desember ku. Desember tinggal kenangan. Desember menjadi cerita masa lalu. Desember adalah dongeng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar